Judul: Kategorisasi Model Metodologi Kritik Sastra Indonesia

Penulis: Saifur Rohman

Subjek: Kritik Sastra

Jenis: Tesis

Tahun: 2003

Abstrak

Penelitian  ini dilakukan dalam dua arah dengan mengacu pada satu tujuan, yaitu menjelaskan model metodologi kritik sastra Indonesia. Satu, arah a priori berdasarkan kenyataan bahwa pekembangan kritik sastra menngunakan metode yang beragam sehingga memerlukan penjelasan umum untuk menerangkan setiap model. Fenomenologi dipilih karena bentuk penelitian humaniora sebagai suatu intensionalitas subjek-objek merangkum fase penelitian melalui tahapan intensionalitas, yakni objektifikasi, identifikasi, horison, profil kelengkapan, dan konstitusi. Kedua, arah a posteruori dikembangkan melalui teknik generalisasi sampai menemukan rumusan model metode yang digunakan kritikus. Dari arah itu, metode yang mementingkan objektifikasi dan identifikasi karya disebut dengan antologi. Sebaliknya, yang tidak mementingkan berapa banyak data, tetapi lebih pada unsur terstruktur sebagai eksplisitasi dari profil kelengkapan disebut dengan metode struktural.

            Unsur identifikasi dan penciptaan horison yang dihubungkan dengan dimensi ruang-waktu berupaya memahami subjek sebagai dasar  pemahaman terhadap karya. Identifikasi subjek melalui profil kelengkapan  disebut dengan model biografis. Adapun kegiatan penelitian sampai pada penyusunan konstitusi akan berorientasi pada perbandingan dengan konstitusi yang terjadi sebelumnya sehingga terjadi konstitusi ganda. Dalkam konstitusi ganda, yang disebut dengan model emansipatoris melakukan koreksi atas kemajuan gagasan yang telah dilakukan. Kendati terjadi konstitusi ganda dalam model feminisme, penyusunan konstitusi itu lebih diarahkan pada dekonstruksi patriarki, yakni pematahan penjelasan yang bias gender.

            Berkaitan dengan objek penelitian, penelitian ini dilakukan dua tahap pengumpulan data. Tahap pertama dilakukan melalui random purposive sampling  dengan batasan kritik sastra Indonesia tahun 1932—2001. Pengumpulan data itu disusun berdasarkan cluster untuk memudahkan identifikasi selanjutnya secara bertingkat. Dalam tahap kedua, identifikasi setiap cluster dibagi per sepuluh tahun dengan mengesampingkan tendensi politik dalam sejarah sastra Indonesua. Dua tahapan itu digunakan untuk melakukan analisis berdasarkan kategorisasi metodologis.

            Hasil pengumpulan data ditemukan data 323 kritik sastra Indonesia. Diperkirakan selama 70 tahun (1932—2001) kritik sastra yang terbit di Indonesia adalah 300 sampai 400 dengan pengarang sebanyak  168 orang. Dari sejumlah judul itu, dipilih 23 kritik yang merepresentasikan kritik yang dihimpun.

            Dari hasil analisis, ditemukan lima metodologi kritik sastra Indonesia, yaitu model antologi, struktur, biografi, emansipatoris, dan feminisme. Model antologi dibuktikan melalui H.B. Jassin dalam Angkatan 66 dan Kesusastraan Indonesia di Zaman Jepang, Korrie Layun Rampan dalam Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia, dan Marcus A.S. dalam  Kesastraan Melayu Tionghoa. Model struktural dibuktikan oleh Sabaruddin Ahmad dalam Pengantar Sastra Indonesia,  Hooykaas dalam Penyedar Sastra, dan Panuti Sudjiman dalam Memahami Cerita Rekaan, Umar Junus dalam Perkembangan Novel dan Karya sebagai Sumber Makna, Iserta Bakdi Sumanto dalam Angan-Angan Budaya Jawa.  Model biografi ditunjukkan oleh Wahyu Wibowo  dalam  Menyingkap Dunia Kepenyairan Subagio Sastrowardoyi, Sapardi Djoko Damono dalam  H.B. Jassin: 70 Tahun,  dan Korrie LayunRampan dalam  Trisno Sumardjo Pejuang Kesenian Indonesia.  Model emansipatoris dibuktikan oleh  Ajip Rosidi dalam Kapankah Kesusastraan Indonesia,  Sapardi Djoko Damono dalam  Politik, Ideologi, dan Sastra Hibrida,  dan Wiratmo Soekito dalam  Kesusastraan dan Kekuasaan. Model feminisme dibuktikan dengan Nio Joe Lan dalam Sastra Indonesia-Tionghoa, Th. Sri Rahayu Prihatmi dalam Pengarang-Pengarang Wanita Indonesia  dan Nh. Dini: Karya dan Dunianya, dan Tinneke Hellwig dalam In the Shadow of Change: Images of Woman in Indonesian Literature.  (LS)