Judul: Keberlanjutan Tradisi Lisan Minangkabau Salawat Dulang (Tinjauan terhadap Pewarisannya)

Penulis: Eka Meigalia

Subjek: Tradisi Lisan

Jenis: Tesis

Tahun: 2009

Abstrak          

Penelitian ini membahas pewarisan tradisi lisan Minangkabau, yaitu Salawat Dulang (selanjutnya disisngkat SD),  yang dilakukan secara formal dan nonoformal ditinjau dari tata kelaola masing-masing. Penelitian ini juga membahas formula yang merupakan bagian dalam pewarisan tersebut karena seorang penutur tradisi lisan  pada dasrnya tidak menghafal, tetapi mengingat sejumlah kata atau frasa yang disebut dengan istilah formula.

     Masalah pokok yang  dibahas dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana pewarisan tradisi SD yang dilakukan secara formal dan informal dikelola; (2) bagaimana hasil pewarisan yang dilakukan oleh kedua bentuk pengelolaan; (3)  bagaimana tukang salawat menggubah formula dalam tradisi SD yang mereka warisi dari seniornya.

     Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan manajemen karena dalam suatu manajemen kegiatan terdapat sasaran yang akan dicapai pada masa depan dan cara yang akan ditempuh. Hal itu bermanfaat bagi generasi untuk mengetahui bagaimana menggubah SD menurut interpretasi mereka daan berdasarkan pengalaman belajarnya.  Untuk mengetahui tata kelola pewarisan secara formal, penelitian difokuskan pada pewarisan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan seni, yaitu Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Padang Panjang. Untuk tata kelola pewarisan nonformal difokuskan penelitian terhadap perseorangan.

      Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara, dan analisis teks. Hasil penelitian  memperlihatkan adanya sistem tata kelola yang berbeda antara pewarisan yang dilakukan secara formal dan pewarisan secara nonformal. Dalam pewarisan secara formal menunjukkan adanya jadwal yang teratur dan adanya bahan acuan berupa teks tertulis. Sementara itu, dalam pewarisan nonformal waktunya tidak terbatas, bergantung pada kesepakatan guru, dan tidak memiliki acuan  secara tertulis. 

     Dari aspek hasil, proses pewarisan yang dilakukan oleh  STSI  Padang Panjang sejak tahun 1985 dengsn sistem tata kelola yang terencana, terorganisasi, terarah, dan terkendali belum menghasilkan tukang salawat profesional. Keadaan itu berbeda dengan pewarisan yang dilakukan oleh perseorangan dalam masyarakat tradisi yang saat ini mampu menghasilkan tukang salawat yag aktif bersalawat di tengah masyarakat.

     Formula dalam SD tersusun dalam struktur teks. Struktur tersebut baku, tidak dapat dipisahkan atau ditukar letaknya.  Dengan demikian, tukang salawat  tidak dapat  melakukan perubahan atau improvisasi terhadap struktur tersebut. Namun,  hal itu tidak betlaku pada bagian hiburan. Pada bagian itu tukang salawat bebas membawakan lagu yang sedang populer dalam masyarakat. Mereka juga bebas menggubah lirik asli dari lagu tersebut. (LS)