Judul: Assikalaibineng, Teks Hubungan Suami-Istri dalam Naskah Klasik Bugis

Penulis: Muhlis Hadrawi

Subjek: Filologi

Jenis: Tesis

Tahun: 2006

Abstrak          

Penelitian ini merupakan sebuah kajian filologis terhadap naskan Bugis Assikalaibineng (yang selanjutnya disingkat ASK), yaitu jenis lontara yang secara khusus berisi tentang hubungan seksual. Ada delapan teks ASK menjadi objek penelitian ini dan tiga dipilih sebagai bahan edisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyajikan hasil edisi teks ASK dalam bentuk translitrasi disertai dengan terjemahannya, mengungkapkan kandungan ASK berdasarkan delapan teks ASK, dan mengungkapkan pola hubungan suami-istri yang terdapat dalam teks ASK.

     Untuk mendapatkan teks yang mudah dipahami maknanya sehingga tidak terjadi kesalahan penafsiran digunakan  metode edisi kritis. Dengan metode itu, ditetapkan tiga aspek dalam penelitian ini, yaitu  menyajikan edisi teks ASK A, ASK B, dan ASK C; menganalisis isi teks ASK; meninjau pola relasi suami-istri.  Selain itu, juga digunakan teori fungsionalis struktural untuk mengungkapkan hal yang menyangkut pola relasi gender dalam ASK.  Berdasarkan teori tersebut, ada pola relasi gender, yaitu (1) peran suami dan istri masing-masing, (2) sistem interaksinya, dan (3) segala fungsi lakuan seksual berdasarkan teks.  

     Penelitian ini menghasilkan edisi teks disertai terjemahannya.  Berdasarkan analisis, teks ASK mengandung dua hal pokok, yaitu tata cara hubungan suami-istri dan aspek pengetahuan yang berhubungan dengan aktivitas hubungan suami-istri. Tata cara tersebut mencakup tiga prosedur, yaitu tahap awal berupa aktivitas cumbu rayu; tahap inti berupa hubungan seksual; tahap akhir berupa perlakuan suami terhadap istri berupa pembersihan dan perawatan. Aspek pengetahuan yang diangkat dalam teks ASK mencakup pedoman waktu untuk persetubuhan, penentuan kualitas anak, tata cara pemeliharaan tubuh, dan pengetahuan alat reproduksi perempuan.

     Dalam penelitian ini juga ditemukan adanya pola hubungan suami-istri yang meliputi tiga hal, yaitu identitas seksualitas suami-istri; kedudukan suami-istri; fungsi hubungan seksual suami-istri. Identitas seksual laki-laki bersifat aktif, sedangkan perempuan bersifat pasif.  Dalam ASK  juga disebutkan bahwa ada perbedaan identitas dan peran seksual suami dan istri, tetapi perbedaan itu dinilai sebagai bentuk keserasian, bukan relasi kuasa. Ideologi ASK menempatkan pihak istri sebagai sosok yang harus disayangi dan dimuliakan oleh suami. ASK juga mengedapankan hak seksualitas istri dan mengajarkan kepada suami mengenai bagaimana memberikan apa yang menjadi keinginan istri dalam hubungan seksual.

     Selain itu, dalam teks ASK  disebutkan adanya dua fungsi hubungan suami-istri, yaitu untuk mendapatkan keturunan dan untuk mendapatkan kesenangan. Namun, hal yang dianggap penting  berkaitan dua fungsi tersebut adalah bahwa suami-istri harus melakukan hubungan seksual dengan cara etis dan bermoral. (LS)